Posts Tagged 'tahunan'

3. Buat Script atau Skenario!

KESALAHAN yang selalu terjadi ketika pembuatan video tahunan adalah hal fatal yang sebetulnya merusak kesinambungan kerja. Kenapa? Karena tidak ada arsitektur yang terbentuk sebelum produksi. Sehingga produksi layaknya buta, tidak mendasar. HARUSNYA, tanpa skenario, kalian tidak dapat menentukan budget produksi kepada atasan. Kenapa? Ya rancangan juga belom ada, lalu apa yang mau diajukan?

Dalam bukunya “Dongeng Produksi Film Dari Sudut Pandang Manajer Produksi” Karya Tino Saroenggaloe ditulis, “Adalah omong kosong sebuah budget produksi diajukan sementara skenario belum jadi. Itu omong kosong belaka!”. Tapi berhubung tuntutan dari pihak atasan juga saat ini (baca : ketua Buku Tahunan atau pihak Senat/OSIS atau sekolah) kalian harus menentukan budget yang diperlukan, ya sudah apa boleh buat. Tapi berarti disini, kreatifitas kalian akan terpentok masalah dana. Itu yang selalu terjadi, maka mari kita lanjutkan. Lanjutkan membaca ‘3. Buat Script atau Skenario!’

2. Putuskan Ide Cerita/Konsep dan Kembangkan!

INI ADALAH SEBUAH PROSES TERPENTING DALAM PEMBUATAN SEBUAH KARYA MULTIMEDIA. APAPUN! Apalagi ini adalah video tahunan, video yang nantinya akan kalian tayangkan di depan khalayak banyak, ditonton dan tentu kalian mengharapkan yang terbaik. Apa itu yang terbaik? Ya, tentu ada berbagai sudut pandang istilah ‘baik’ itu.

  1. Baik dari sudut pandang pembuat
  2. Baik dari sudut pandang penonton

Ya, tentu sangatlah subyektif. Maka hampir susah untuk membuat penentuan bahwa karya audio visual dinilai “baik atau buruk”-nya. Yang paling pertama harus dilihat adalah “suka atau tidak suka”-nya terhadap sebuah karya multimedia (audio visual). DAN perlu diingat, bahwa saat kalian membuat ini, ini bukanlah sebuah karya yang nantinya akan kalian tonton sendiri di kamar. Melainkan karya yang akan ditonton oleh 300 orang, atau bahkan lebih, atau bahkan lagi jika di perbanyak, digandakan, dan sebagainya. Kalian harus bisa menyelaraskan antara dua sudut pandang tersebut. Lanjutkan membaca ‘2. Putuskan Ide Cerita/Konsep dan Kembangkan!’

1. Cari, Kumpulkan & Data Semua Dokumentasi Video!

Ya, banyak sumber. Disinilah kalian mulai menjalani profesi sebagai seorang jurnalis video. Mungkin dokumentasi sepenuhnya dipegang oleh kalian dari awal kalian masuk (MOS, Jambore)? Gak mungkin. Lalu? Bagaimana? Cari! Cari! KALO GUA, gua akan nyari setengah mati video-video yang ada. Cari! Minta videonya kepada sumbernya, atau pinjam! Kakak kelas, alumni, atau eksodus kek.. Cari! Kalo perlu jika dia (si sumber) minta bayaran, Bayar! Yang penting gua dapet potongan video berharga itu. INGAT! CARI, CARI, CARI DAN JANGAN MENYERAH. Ingat-ingat semua event, kejadian yang pernah kalian lalui. Ingat juga! Para sumber tidak selalu official (resmi). Bisa jadi temenloe iseng ngeshoot atau bagaimanapun. Lanjutkan membaca ‘1. Cari, Kumpulkan & Data Semua Dokumentasi Video!’

Prakata Tentang Bab III

Jangan buru-buru main shooting aja! Ini adalah tahap pertama dari 4 tataran produksi : PRA PRODUKSI!

DUAR! Setelah kita mumet-mumet baca 2 bab diatas, akhirnya pada bab ketiga ini kita masuk dalam tataran pertama dari 4 tataran produksi, atau kita sebut saja “4-P”. Sebelum kita mulai apa aja 4 tataran produksi? Nah! Ini dia:

1. Pra Produksi
Tahap persiapan sebelum eksekusi di lapangan. Tahap ini sebetulnya tahap apa sih? Begini, dalam produksi film sesungguhnya, tahap ini merancang semua yang harus dilakukan pada saat eksekusi produksi di lapangan. Pada film cerita fiksi, pada tahap ini dilakukan perhitungan-perhitungan mulai dari naskah yang harus fix atau tidak dapat diubah-ubah lagi, waktu produksi, lama produksi, bahkan sampai letak kamera pada setiap shotnya berbanding dengan waktu yang tersedia, survey, observasi, lokasi dan sebagainya. Lanjutkan membaca ‘Prakata Tentang Bab III’

TIPS : Dari BAB II

  • BAB II adalah bab yang membahas hampir seluruh tugas-tugas dari sang PEMIMPIN PRODUKSI.
  • SEORANG PEMIMPIN harus dapat dipercaya dan menjadi acuan dari anak-anak buahnya. Tidak boleh ada kata ‘bingung’ atau mati ide. Wibawa kalian harus di jaga. Dialah seorang pemimpin produksi, yang meng-handle semua kegiatan yang dilakukan anak buahnya. Lanjutkan membaca ‘TIPS : Dari BAB II’

5. Tentukan Sistem Manajerial

Tentukan Sistem Manajerial yang akan anda gunakan untuk memimpin kelompok pekerja kecil ini. Sistem manajerial ini akan sangat berguna untuk anda mengarahkan serta menyampaikan tugas sesuai jobdesc yang sudah ada.

  1. Sistem Jawa (digunakan dalam pengerjaan video tahunan 2004 & 2005)
    Semua pekerja adalah bagian dari tim. Tidak ada pembagian jobdesc secara spesifik sehingga 1 orang dapat mengerjakan bermacam-macam tugas, sehingga semua pekerjaan ter-cover oleh orang-orang yang ada. Sistem ini dinamakan sistem serabutan oleh gua. Siapa bisa kamera, dia ambil kamera. Siapa bisa ngedit? Dia ngedit, ganti-gantian. Semua anggota tim inti boleh memegang kendali. Semua orang yang mau ikutan silahkan ikut. Lanjutkan membaca ‘5. Tentukan Sistem Manajerial’

Sang Penulis


Orang aneh yang ngumbar teknik mbikin video tahunan secara gratis.

Arsip

September 2018
S S R K J S M
« Jun    
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930