4. Keuangan & Lobi Harga dengan Petinggi

Keuangan bukanlah masalah mudah yang bisa dinomorduakan, “Ah, gua punya duit, koq. Pengeluarannya juga tidak besar”. Tapi justru hal ini adalah hal yang sangat penting. Dalam dunia multimedia harga menentukan kualitas, dan juga sangatlah mahal!

Berikut gua berikan contoh perhitungan keuangan yang sebenarnya pada produksi film sungguhan dengan format seperti pada pengerjaan video tahunan. Percaya tidak percaya, hal dibawah ini bukan hal yang muluk-muluk dilakukan anak SMA, koq! Beneran! Tapi memang ini kebutuhan yang akan elo keluarkan jika perhitungan keuangan video tahunan dirinci betul-betul secara professional! Tapi crew nggak dibayar.

Ini MISALnya yaa… harga bahan baku, jasa dan fasilitas tahun 2009. Lihat jika gua rincikan harga sesungguhnya. Maaf tidak gua tampilkan secara detail, tapi kalian bisa ambil

Rincian Sesungguhnya Thumbsnail

Rincian Sesungguh. klik gambar diatas untuk mendapatkan rincian (PDF).

BAYANGKAN! Seru bukan harganya? Hahahaha! Itulah harga yang akan kalian keluarkan untuk memproduksi sebuah video tahunan, tanpa kalian dibayar, TAPI juga tanpa kalian haru nombok dari segi finansial untuk makanan, alat, dan sebagainya. Tapi karena ini proyek SMA, maka mau gak mau kalian harus rela berkorban untuk mengeluarkan uang lebih. Kalo harga yang kalian ajukan diatas itu, Pihak sekolah akan teriak-teriak, malahan bisa-bisa membatalkan produksi video tahunan kalian juga. Tapi percaya tidak percaya, itulah hitung-hitungan yang sesungguhnya dalam dunia videografi. Hehe.

Gimanapun elo harus membuat sebuah rincian biaya kan untuk diberikan kepada penanggung jawab kalian. Dan pengorbanan para pekerja video tahunan, haruslah dihormati. Dan ini adalah SARAN rincian biaya untuk itu:

rincian_masukakal

Rincian Saran & Contoh yang masuk akal. Klik gambar diatas untuk mendapatkan contoh rincian (PDF).

JAUH BERBEDA BUKAN?! Hahaha… lihat semua yang di coret (strip) diatas itu, itu adalah biaya pengorbanan kalian. Nah! Elo bisa menggunakan format macam diatas untuk membuat rincian biaya yang harus kalian keluarkan nanti. Itu hanya semata panduan. Mau korupsi atau tidak, mau cari untung atau tidak, mau mark-up atau tidak, atau mau ngasih harga yang sebenarnya itu urusan kalian.

Lalu, bagaimana kalian bisa menentukan apa saja yang akan dibuat? Mari kita lihat dan bahas pada BAB III, yang mengurus tata cara pasca produksi.

Keuangan adalah sesuatu yang sensitif. Misalnya ada hasil sisa kemudian diraup sendiri, ujung-ujungnya malah menjadikan konflik. Tergantung rapat pleno kalian lah gimana nantinya.

Nah! Catatan buat para petinggi, lihat pengorbanan mereka diatas untuk mengompres budget hingga ¼ dari harga yang seharusnya mereka keluarkan. Iya kan?! Lalu jika pertanyaannya, “Buku tahunan juga kerja tanpa dibayar?! Kenapa tim video tahunan dibayar?” Jawabannya mudah. Pengerjaan buku tahunan bisa dilakukan dengan faslitas yang ada dan biasanya dimiliki oleh orang pada umumnya. Misalnya : Kamera foto digital, komputer standar (buat bikin data, nulis jurnal, njalani photosop, dsb), kertas, flash disc, dsb. Pengerjaan juga bisa diselesaikan di rumah. Sama aja kayak kalian autis sendiri di depan meja komputer, bedanya biasanya internetan, sekarang ngelayout atau ngetik data kan?! Hehe..

Lalu yang mahal di buku tahunan apa? Percetakan! Kalian mengeluarkan uang 35hingga 50 juta untuk memberi makan percetakan!

Sementara video? Peralatan harus dicari sendiri. Kalo sewa mahal, beli apa lagi. Bisa dikerjakan sendiri di rumah? Susah! Kenapa?

  1. Data video 13,5Gbytes per jam. Bisa dibawa pake flashdisk-kah?
  2. Continuitas gambar, source gambar dari sekian banyak kaset. Gimana mbaginya?
  3. Mau oper-oper kaset? Kan nggak kayak foto bisa di copy-paste. Kaset kan susah untuk di copy.
  4. Bisa aja sih kaset dijadikan data digital, lalu dimasukkan ke harddisk eksternal yang kemudian dapat dibawa-bawa untuk diedit pada tempat crew masing-masing. Tapi budget lagi dong buat investasi harddisk eksternal. Apalagi yang gak punya. Dipinjamkan-pun, apakah harddisk di setiap rumah cukup kuat, besar dan sanggup untuk mengedit video DV25? Kalo di kompres jadi MPEG oke lah jadi kecil. Cuma kualitas turun, dan kuat-kah komputer mereka mengedit MPEG (karena kerja komputer harus membongkar kompresi MPEG tersebut tidaklah ringan).
  5. Spesifikasi teknis : Yakin semua mendukung buat kerja editing?
  6. Kemampuan anggota : Yakin semuanya punya kemampuan yang sama, apalagi untuk kerja yang terpisah-pisah gitu?
  7. Selera anggota : Yakin kerja sendiri-sendiri? Hasilnya gak belang?
  8. Ujung-ujungnya kerja di satu tempat. Sanggap tempat tersebut menyediakan konsumsi untuk sekian banyak orang?

Ujung-ujungnya, memang budget yang sangat besar sebagai pengeluaran dalam pembuatan video tahunan. Maka, buat para petinggi, pertimbangkanlah. Kasihan mereka. Mereka tuh pekerja rodi, lebih rodi dari yearbook. Gua pernah ngerasain 3x pekerja yearbook dan 2x pekerja yearvid koq.

DAN…

NAH! Jika kalian sebagai pemimpin produksi (produkser pelaksana) sudah mempersiapkan itu semua, berarti kalian sudah diap untuk masuk ke tahap berikutnya, yaitu tahap tataran produksi. Dimana kerja rodi dimulai. Mumet, tapi sekaligus enjoy dan kisah kalian akan dimulai dari sini.

Semangat ya Tim-tim baru! 🙂

Iklan

1 Response to “4. Keuangan & Lobi Harga dengan Petinggi”



  1. 1 Bandar Judi Casino Terbaik Lacak balik pada 28 Oktober 2016 pukul 20:19

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s




Sang Penulis


Orang aneh yang ngumbar teknik mbikin video tahunan secara gratis.

Arsip

Agustus 2009
S S R K J S M
    Sep »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930
31  
Iklan

%d blogger menyukai ini: