WAJIB BACA : Selayang Pandang

Masyaallah!” pikir saya. Sudah 6 tahun sejak saya membuat konsep “Video Tahunan” pertama untuk Kolese Gonzaga angkatan 15 pada tahun 2004 dulu. Tulisan ini mulai gua tulis, tanggal 27 Mei 2008 pukul 13.30, yang sebetulnya berformat buku (untuk diterbitkan internal Gonzaga) yang ditujukan untuk membantu teman-teman Gonzaga yang akan membuat video tahunan agar dapat mandiri memproduksi.

Ah! Enggak enak pake saya-anda… pake gua-elo… atau pokoknya gua menyebut diri penulis ini menggunakan kata “gua” aja, yaa… bahasanya juga gak usah bahasa baku. Mungkin bisa lebih membantu untuk bisa lebih dimengerti… Lanjutkan membaca ‘WAJIB BACA : Selayang Pandang’

Iklan

Kompilasi SoundTrack Orisinil Video Tahunan Gonzaga 2005 – 2010

boleh di copy-copy, boleh di tag ke banyak orang, di publish di media lain, atau apapun

Atas banyaknya permintaan SERTA sudah terkumpulnya 1 album (13 musik) yang terekam selama 5 tahun,

DG-Indie Records
sebuah divisi audio dari
STUDIO DG Karyakan Imajinasi Pictures
mempersembahkan

KOMPILASI ORIGINAL SOUNDTRACK
VIDEO TAHUNAN KOLESE GONZAGA 2005 – 2010

Album lengkap (dalam format *zip, file mp3 lengkap di dalamnya) dapat di download disini: Lanjutkan membaca ‘Kompilasi SoundTrack Orisinil Video Tahunan Gonzaga 2005 – 2010’

5. Bedah Naskah!

Sutradara, kau sekarang gantian. Kalo sutradara gabung sama pemimpin produksi? Ya nasibmu deeeeh. Hehe.. Resiko. Sekarang, setelah manajemen produksi selesai direncanakan, laksanakan tahap pertama : Yaitu bedah naskah. Sutradara bertanggung jawab atas pengemasan video tahunan anda.

Bedah naskah anda satu per satu, tambah jika perlu, tapi jangan dikurangin jika bisa. Boleh ada revisi. Penyesuaian namanya. Apa yang disesuaikan? Ya, penyesuaian antara naskah, ketersediaan dokumentasi serta semua yang harus disiapkan untuk merealisasikan itu.

Lalu dari kesemua yang sudah diatur sama seorang suttradara, kebutuhan dicatat atau didata. Baik dari property, waktu shooting dan sebagainya. Hasil dari semuanya dilaporkan sebagai bahan pertimbangan dalam desain produksi diatas.

4. Desain Produksi : Sebuah Proses Tersulit!

Disinilah Pemimpin Produksi, Sutradara, Tim Manajemen, Tim Keuangan, Tim Naskah, Tim Kamera, Tim Pasca Produksi berkumpul dan membicarakan semuanya dengan dasar skenario. Apa itu Desain Produksi? Perlu diingat sebelumnya gua sudah menuliskan bahwa proses pra produksi adalah proses perancangan semuanya sebelum eksekusi. Untuk apa tahap ini? (1) Untuk memudahkan pengawasan, terutama budget dan kesiapan, dan (2) menghemat, mengatur serta mengefektifkan waktu.

Ini adalah proses yang dipimpin oleh pemimpin produksi. Proses ini merupakan proses yang paling sulit dari semua tataran produksi yang ada. Karena disini masa depan harus dipikirkan; kemungkinan-kemungkinan yang terjadi berbanding dengan ketersediaan dana, ketersediaan alat, ketersediaan waktu, ketersediaan SDM, kebutuhan sesuai konsep, idealis anda, ketersediaan fasilitas, kemampuan, perizinan, dan lain sebagainya.

Bagannya kurang lebih seperti bintang. Ini dia: Lanjutkan membaca ‘4. Desain Produksi : Sebuah Proses Tersulit!’

3. Buat Script atau Skenario!

KESALAHAN yang selalu terjadi ketika pembuatan video tahunan adalah hal fatal yang sebetulnya merusak kesinambungan kerja. Kenapa? Karena tidak ada arsitektur yang terbentuk sebelum produksi. Sehingga produksi layaknya buta, tidak mendasar. HARUSNYA, tanpa skenario, kalian tidak dapat menentukan budget produksi kepada atasan. Kenapa? Ya rancangan juga belom ada, lalu apa yang mau diajukan?

Dalam bukunya “Dongeng Produksi Film Dari Sudut Pandang Manajer Produksi” Karya Tino Saroenggaloe ditulis, “Adalah omong kosong sebuah budget produksi diajukan sementara skenario belum jadi. Itu omong kosong belaka!”. Tapi berhubung tuntutan dari pihak atasan juga saat ini (baca : ketua Buku Tahunan atau pihak Senat/OSIS atau sekolah) kalian harus menentukan budget yang diperlukan, ya sudah apa boleh buat. Tapi berarti disini, kreatifitas kalian akan terpentok masalah dana. Itu yang selalu terjadi, maka mari kita lanjutkan. Lanjutkan membaca ‘3. Buat Script atau Skenario!’

2. Putuskan Ide Cerita/Konsep dan Kembangkan!

INI ADALAH SEBUAH PROSES TERPENTING DALAM PEMBUATAN SEBUAH KARYA MULTIMEDIA. APAPUN! Apalagi ini adalah video tahunan, video yang nantinya akan kalian tayangkan di depan khalayak banyak, ditonton dan tentu kalian mengharapkan yang terbaik. Apa itu yang terbaik? Ya, tentu ada berbagai sudut pandang istilah ‘baik’ itu.

  1. Baik dari sudut pandang pembuat
  2. Baik dari sudut pandang penonton

Ya, tentu sangatlah subyektif. Maka hampir susah untuk membuat penentuan bahwa karya audio visual dinilai “baik atau buruk”-nya. Yang paling pertama harus dilihat adalah “suka atau tidak suka”-nya terhadap sebuah karya multimedia (audio visual). DAN perlu diingat, bahwa saat kalian membuat ini, ini bukanlah sebuah karya yang nantinya akan kalian tonton sendiri di kamar. Melainkan karya yang akan ditonton oleh 300 orang, atau bahkan lebih, atau bahkan lagi jika di perbanyak, digandakan, dan sebagainya. Kalian harus bisa menyelaraskan antara dua sudut pandang tersebut. Lanjutkan membaca ‘2. Putuskan Ide Cerita/Konsep dan Kembangkan!’

1. Cari, Kumpulkan & Data Semua Dokumentasi Video!

Ya, banyak sumber. Disinilah kalian mulai menjalani profesi sebagai seorang jurnalis video. Mungkin dokumentasi sepenuhnya dipegang oleh kalian dari awal kalian masuk (MOS, Jambore)? Gak mungkin. Lalu? Bagaimana? Cari! Cari! KALO GUA, gua akan nyari setengah mati video-video yang ada. Cari! Minta videonya kepada sumbernya, atau pinjam! Kakak kelas, alumni, atau eksodus kek.. Cari! Kalo perlu jika dia (si sumber) minta bayaran, Bayar! Yang penting gua dapet potongan video berharga itu. INGAT! CARI, CARI, CARI DAN JANGAN MENYERAH. Ingat-ingat semua event, kejadian yang pernah kalian lalui. Ingat juga! Para sumber tidak selalu official (resmi). Bisa jadi temenloe iseng ngeshoot atau bagaimanapun. Lanjutkan membaca ‘1. Cari, Kumpulkan & Data Semua Dokumentasi Video!’

Prakata Tentang Bab III

Jangan buru-buru main shooting aja! Ini adalah tahap pertama dari 4 tataran produksi : PRA PRODUKSI!

DUAR! Setelah kita mumet-mumet baca 2 bab diatas, akhirnya pada bab ketiga ini kita masuk dalam tataran pertama dari 4 tataran produksi, atau kita sebut saja “4-P”. Sebelum kita mulai apa aja 4 tataran produksi? Nah! Ini dia:

1. Pra Produksi
Tahap persiapan sebelum eksekusi di lapangan. Tahap ini sebetulnya tahap apa sih? Begini, dalam produksi film sesungguhnya, tahap ini merancang semua yang harus dilakukan pada saat eksekusi produksi di lapangan. Pada film cerita fiksi, pada tahap ini dilakukan perhitungan-perhitungan mulai dari naskah yang harus fix atau tidak dapat diubah-ubah lagi, waktu produksi, lama produksi, bahkan sampai letak kamera pada setiap shotnya berbanding dengan waktu yang tersedia, survey, observasi, lokasi dan sebagainya. Lanjutkan membaca ‘Prakata Tentang Bab III’


Sang Penulis


Orang aneh yang ngumbar teknik mbikin video tahunan secara gratis.

Arsip

Oktober 2017
S S R K J S M
« Jun    
 1
2345678
9101112131415
16171819202122
23242526272829
3031